Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

IT IS NOT YOU


BUKAN KAMU, SUNGGUH INI AKU
AKU HANYALAH  SOSOK TANPA NAMA
TAK BERDAYA  TAK BERCiTRA
TIAP HARI HANYA ADA MENGAPA
JAWABAN JANGANKAN ADA 
MENCARI  JUGA TAK BERSUA



SUNGGUH BUKAN KAMU 
MEMANG BENAR ADALAH AKU
MENGEJAR MATAHARI
TAK HENTI BERHARAP 
MENEMBUS  GUBUG  GUBUGKU
BIAR HANGAT BARANG SEJENAK
MELAMUNKAN BULAN
MELONGOK  SEDETIK WAKTU
DAMAIKAN TIANG HUDUPKU


BUKAN KAMU TENTU


AKU NYATAKAN SEKARANG
KAMU ADALAH ALASAN
MENEMUKAN  KEBEBASAN
YANG TAK AKAN KAUTEMUI
MESKI PADAMU SEJUTA PRASARAT ADA
SEJAJAR TAK BERSENTUH
DEKAT TAK RAPAT
BERSANDING  TAK BERBANDING


MEMANG BUKAN KAMU 








I
now I run to chase the darkness of a sudden asymmetry,
lopsided, in feeble attempt to find
the comfort of a former home.

Minggu, 06 Maret 2011

SENJA UNTUK ANAKKU


Anakku …….. 
senjaku  segera tiba
sungguh aku tak ingin kau menyalakan lilin atau suar
karena engkaulah  suarku
menjelang malam gelap
kuintip  tidurmu  terhias senyum
napasmu tertata halus
sehalus kautatap esok hari

Kutularkan sudah semua.
meniti jembatan berdasar batu menganga
air tenang  tanpa gelombang
mendaki tebing tinggi menjulang
landai tegak dengan tebing licin
menyelam rawa belukar sarang nyamuk
kotor dirangkai aroma menggoda

kupaparkan hampir semua
wanginya kembang tembelek
merangsek mendepak menekan
sedapnya aroma bahkan bunga lavender
membius mengecoh meledek
segarnya lulur sejuta herbal
menyatu menipu  membungkam

aku sungguh berharap
jadilah kecuali diriku
karena dosaku tak kuat menahan
segala doamu 
tak ada tidak
siapkan  jauh sebelum senja datang menghapirimu 




Sabtu, 05 Maret 2011

KALENDER


lelah mikir kalenderku
kemarin ... baru kemarin lusa
kusobek Desember
musim hujan kutunggu di frame jendela
sambil kuusap lumut di pinggir pinggir frame
kujumputi helai rambut putih di kaca

lelah sungguh menghitung almanak
baru kemarin .... benar sehari yang lalu
kuganti Januari
kutunggu musim mangga di tamanku
sejuta wangi kruntil mengepung hariku
kucermati serbuk menggantung
kuyakin esok mangga 'kan menjadi


benar lelah memasang almanak baru
tahun baru lewat tak ada doa
kecuali langit putih
menerobos pintu
lantas
kenapa
aku
terpaku

Anakku

kutemui anaku terkecil
duduk sesenggukan diserambi
sambil melihat foto 
temannya bahagia membawa piala

mengapa sayangku
matamu lembam tak biasa ?

ayah , aku tak juara
kuisi hariku latihan tak berujung
tulangku memanjang jariku merenggang
salto dan sit up jadi menu utama ,ayah ...
mengapa si Abu juara ?

oh, sayangku
itukah gundah hatimu
tak kah kau tahu
bahagianya si Abu adalah pupuk jiwamu
iklaskan karena
kau adalah alasan si Abu jadi Juara
gerakmu tak lebih jelek darinya
sabetamu cemerlang sungguh
indah berbareng menawan

oh sayangku
sedihmu menodai bahagianya
kenapa kau izinkan haru birumu
menggiling bahagianya

ANAKKU


“anakku tercinta”
Seluas Rusia, setinggi azimut langit
kasih bak semak liar
menerjang bahkan tembok rumah kita
menerobos hari hari gelap
melunturkan bau keringat

untukmu
Waktu memang tak akrab
tak pernah kusesali
hari panjang tak bersamamu
namun bangunan mimpi
kurenda , kupilin
biarkan waktu jua yang tahu
sederet doa selalu
kupanjatkan untukmu
jadilah manusia pemberi
ampunan, bahagia dan kasih
bagi sebayamu dan saudara saudaramu

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger